Skip to main content

Istilah-istilah dalam Reproduksi Hewan

Albumin : Putih telur kaya protein yang dihasilkan oleh magnum.
Brucellosis : penyakit akibat infestasi bakteri Brucella abortus
Bursa fabricius : organ pembentuk kekebalan pada unggas
Carrier : hewan yang masih mengandung bibit penyakit
Cervix : bagian organ reproduksi hewan betina yang memisahkan uterus dan vagina
Diagnosa : penentuan bibit penyakit
Distal : bagian yang menjauhi sumbu tubuh
Distokia : kesulitan beranak
Ejakulasi : Proses pemancaran sperma.
Eksterior : bentuk tubuh luar
Eksudat : cairan radang
Embrio : Anakkan hasil pengembangan lanjutan zigot setelah proses diferesiasi dan spesialisasi.
Embrio : hasil fertilisasi antara gamet jantan dengan sel gamet betina
Endometritis : radang pada saluran reproduksi (uterus)
Endometrium : lapisan dalam uterus
Ereksi : kondisi penis yang tegang
Eritrosit : sel darah merah
Fertilisasi : Pembuahan atau fertilisasi (singami) adalah peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus atau sel-sel bernukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau peleburan nukleus.
Fertilisasi External : Pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk.
Fertilisasi Internal : Pembuahan yang terjadidi dalam tubuh induk.
Fertilitas : derajat kemampuan untuk berreproduksi
Feses : kotoran ternak
Fetus : Perkembangan mamalia yang berkembang setelah fase embrio dan sebelum kelahiran.
Foetus : janin, merupakan hasil fertilisasi ovum oleh spermatozoa
Gamet : Sel-sel kelamin.
Gametogenesis : Proses pembentukkan gamet.
Generatif : Cara reproduksi yang terjadi karena adanya peleburan dari sel kelamin jantan dan betina (sperma dan ovum), baik yang terjadi di dalam atau di luar tubuh.
Gonad : kelenjar yang memproduksi sel kelamin baik jantan maupun betina
Haemoglobinuria : adanya haemoglobin dalam urine
Hiperemia : Kemerahan akibat adanya darah yang berlebih pada suatu bagian tubuh
Hipersalivasi : produksi saliva yang berlebihan
Hormon : cairan yang diproduksi oleh kelenjar endokrin
Hyperthermia : kenaikan suhu tubuh secara fisiologis
Hypocalsemia : penyakit akibat kekurangan kalsium
Imunisasi : proses perangsangan pembentukan zat kebal
Infeksi : proses masuknya bibit penyakit dalam tubuh dan menyebabkan sakit
Laktasi : waktu ternak menghasilkan susu
Leukosit : sel darah putih
Mastitis : radang kelenjar susu
Molting : Adalah peristiwa rontoknya bulu secara alamiah dan beraturan. Molting yang dipaksakan disebut force molting yang bertujuan untuk mengatur produksi telur.
Morbiditas : prosentase terjadinya sakit
Mortalitas : prosentase terjadinya kematian
Necrosa : keadaan sel atau jaringan yang mati
Oligouria : berkurangnya jumlah urine
Oogenesis : Proses pembentukkan Ovum.
Ovarium : Alat reproduksi ayam betina yang menghasilkan ovum.
Ovarium : organ reproduksi pada hewan betina yang menghasilkan sel telur (ovum)
Oviduct : saluran reproduksi hewan betina
Oviduk : Saluran reproduksi ayam betina yang terdiri dari infundibulum, magnum, istmus, uterus, dan vagina.
Ovipar : Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur.
Oviposition : Peristiwa keluarnya telur dari kloaka karena pengaruh hormone oksitosin.
Ovovivipar : Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan.
Ovulasi : Adalah peristiwa keluarnya ovum (yolk) dari folikel setelah robek pada bagian stigma oleh pengaruh hormone LH, ovum yang terlepas kemudian akan ditangkap oleh infundibulum.
Ovum : Sel telur yang dihasilkan dari ovarium pada organisme berjenis kelamin betina.
Patogen : mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit
Per oral : lewat mulut
Per rektal : lewat rectum
Persisten : bertahan
Pigmen : zat warna
Plasenta : Jaringan yang menghubungkan embrio dengan uterus
Plumping : Penyerapan air dan mineral saat mulai terbentuknya kerabang tipis yang terjadi di istmus.
Polinasi : Jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik.
Polyuria : jumlah urine yang berlebihan
Postpartum : setelah melahirkan
Preventif : Pencegahan
Proventrikulus : perut kelenjar pada ternak unggas
Reproduksi : Proses terbentuknya individu baru baik secara kawin ataupun tidak kawin.
Resisten : kebal
Rumen : lambung pada ternak ruminansia
Serum : bagian cairan darah
Skalpel : pisau operasi
Sperma : Sel dari sistem reproduksi jantan.
Spermatogenesis : Proses pembentukkan spermatozoa.
Spora : alat perkembangbiakan bakteri atau jamur
Sputum : dahak
Steril : bebas kuman
Stetoskop : alat untuk mendengarkan suara organ dalam tubuh
Stres : Cekaman
Subklinis : penyakit yang gejalanya tidak diketahui
Subkutan : jaringan dibawah kulit
Symptom : gejala suatu penyakit
Timpani : penyakit kembung
Toksin : Racun
Tortikolis : gejala penyakit tetelo yang ditandai dengan leher berputar
Trakhea : batang tenggorokan
Turgor : elastisitas kulit
Urethra : saluran kencing
Urine : air kencing
Urogenitalia : organ yang berkaitan dengan saluran reproduksi dan saluran kencing
Urtikaria : Biduren
Uterus : saluran reproduksi hewan betina tempat berkembangnya embrio
Vagina : organ reproduksi hewan betina
Vaginitis : peradangan pada vagina
Vaksin : bibit penyakit yang telah dilemahkan untuk merangsang pembentukan antibodi
Vegetatif : Cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina).
Vektor : hewan pembawa bibit penyakit
Veteriner : berkaitan dengan penyakit hewan
Virulen : Ganas
Virulensi : tingkat keganasan
Vivipar : Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan.
Yolk : Bagian telur paling dalam yang mengandung lemak, trigliserida, glukosa, mineral dan karotin.
Zigot : Sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin yang telah masak.
Zoonosis : penyakit yang menyerang hewan dan dapat ditularkan ke manusia atau sebaliknya.

Comments

Popular posts from this blog

Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Kambing

Organ tubuh luar terdiri dari atas kepala, kaki depan, kaki belakang, total kaki, kulit, ekor, otak, mata dan lidah. Organ tubuh dalam terdiri dari total organ tubuh dalam, total saluran pencernaan, darah dan lemak hasil ikutan internal. Ternak kambing memberikan beberapa keuntungan bagi petani peternak, antara lain : 1) Sebagai ternak penghasil daging, susu, Wit dan pupuk, 2) sebagai hewan tabungan,   3) cepat berkembang biak dan beranak lebih dari satu dalam satu kali melahirkan, 4) modal yang diperlukan relatif kecil, 5) kandang dan pemeliharaamya sederhana dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak, 6) dapat menggunakan limbah pertanian sebagai makanan dan 7) mempunyai resiko pemeliharaan gang kecil. Pertumbuhan tubuh sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan bagian-bagian tubuh yang terdiri atas organ-organ tubuh luar dan dalam.   Sebagian dari organ-organ ini adalah organ yang masak dini, hal ini karena organ tersebuk merupakan organ pengatur dan penunjang aktifitas tubuh, s...

Laporan Praktikum Ilmu Kesehatan Ternak (IKT) | Nekropsi

BAB I PENDAHULUAN     Nekropsi merupakan pemeriksaan kondisi jaringan tubuh ternak yang dilakukan dengan cara membedah atau membuka rongga tubuh sehingga fisik organ dalam ternak dapat diamati. Dalam penggunaanya, nekropsi banyak digunakan dalam hal pemeriksaan unggas yang diduga telah terjangkit penyakit. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui penyakit yang diderita oleh unggas sehingga dapat ditentukan penanganan yang tepat untuk menanggulangi penyakit tersebut agar peternakan terhindar dari kerugian finansial yang lebih besar. Maka dari itu nekropsi sangat penting untuk dipelajari, mengingat pentingnya menjaga kesehatan unggas dalam keberlangsungan usaha peternakan.     Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih terlatih dalam melakukan nekropsi pada unggas dan mampu menganalisa penyakit yang diderita oleh unggas. Manfaat dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih memahami secara mendalam mengenai karakteristik penampilan luar dan organ da...

Sistem Reproduksi Hewan Ruminansia Jantan

Tugas utama hewan jantan/pejantan secara alamiah adalah memproduksi semen/spermatozoa yang subur dan menempatkanya  dalam alat kelamin betina dengan tepat.  Tugas ini dilaksanakan oleh organ reproduksi primer dan sekunder.   Organ reproduksi primer pada hewan jantan yaitu testis. Sedangkan   organ   reproduksi   sekunder   terdiri   dari   epididymis,   vas deferens, uretra, kelenjar vesikularis, kelenjar prostate dan kelenjar bulbouretralis/cowper dan penis. Secara alamiah fungsi esensial dari seekor pejantan adalah menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa yang cukup, aktif dan infertil serta secara sempurna mampu meletakkannya ke dalam saluran reproduksi betina. Semua proses fisiologis dalam tubuh ternak jantan, baik secara langsung maupun tidak langsung, menunjang produksi dan kelangsungan hidup spermatozoa.  Namun demikian pusat kegiatan dari kedua proses ini terletak pada orga...