Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Cara Memakai Pemanas Agar Lebih Efisien

 Beragam bahan bakar dapat digunakan peternak untuk menghidupkan pemanas di masa brooding. Bahan bakar yang lazim digunakan diantaranya gas, kayu bakar, batu bara, dan minyak tanah. Jenis pemanas yang digunakan peternak modern biasanya berbahan bakar gas. Sedangkan peternak tradisional masih menggunakan kayu bakar dan batu bara. Kali ini bukan jenis bahan bakar yang akan secara rinci dibahas, melainkan bagaimana menciptakan efisiensi penggunaan pemanas di masa brooding, terutama untuk pemanas berbahan bakar gas. Berikut penjelasannya. Sekilas Tentang Penggunaan Pemanas Sebelum bahan bakar gas umum digunakan, peternak banyak menggunakan kayu bakar sebagai pemanas saat masa brooding. Bahkan di sebagian wilayah penghasil batu bara, bahan tersebut banyak digunakan sebagai bahan bakar pemanas. Kayu bakar dan batu bara secara ekonomi tergolong murah, namun memiliki kelemahan, yaitu sulit diatur suhunya serta menghasilkan asap yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan ayam. Setelah bahan bakar

Penyakit pada Unggas

1.    Penyakit pada Unggas Akibat Parasit Cacing Penyakit kecacingan disebut juga helminthiasis akan menyebabkan kerugian secara ekonomis, karena unggas penderita mengalami hambatan pertumbuhan, penurunan produksi telur, berat telur tidak bisa mencapai maksimal dan awal waktu bertelur yang tidak semestinya. Helminthiasis pada unggas disebabkan oleh cacing, yang secara umum terdiri dari tiga klas, yaitu klas Nematoda, Trematoda dan Cestoda. Penyakit helminthiasis akibat cacing Nematoda disebut Nnematodosis, yang disebabkan Trematoda disebut Trematodosis dan yang disebabkan oleh Cestoda disebut Cestodosis. 1.1.    Nematodosis Telah banyak dikenal berbagai jenis cacing Nematoda yang menyerang unggas dengan berbagai lokasi penyerangan. Di bawah ini secara rinci dijelaskan masing-masing jenis Nematoda. a.    Cacing Mata /Eye Worm (Oxyspirura sp) Cacing Oxyspirura sp berukuran kira-kira 2 cm, hidup di saccus conjunctiva , sering menyebabkan conjunctivitis, opthalmitis, dan protrusion membran

Sinkronisasi Estrus secara Serentak pada Sapi Potong

Sinkronisasi estrus atau penyerentakan birahi merupakan suatu usaha untuk menimbulkan birahi pada sekelompok ternak secara bersamaan sehingga diperoleh peningkatan angka kebuntingan. Hasil kegiatan sinkronisasi estrus tersebut telah berhasil mensinkronisasi estrus seluruh sapi target untuk birahi sekaligus meningkatkan kinerja reproduksi ternak. Prosedur yang digunakan dalam sinkronisasi estrus terdiri dari screening atau seleksi sapi induk, aplikasi hormon PGF2a, inseminasi buatan (IB), dan deteksi kebuntingan. Screening dilakukan dengan cara pengecekan catatan reproduksi dan pemeriksaan kebuntingan (PKB) terhadap individu sapi. Pengecekan catatan reproduksi yang meliputi tanggal birahi dan IB terakhir bertujuan untuk mengetahui kondisi induk sapi sebelum diberi perlakuan. Untuk memastikan kondisi induk tidak dalam keadaan bunting dan alat reproduksi dalam kondisi baik selanjutnya dilakukan PKB secara cermat. Sapi dalam keadaan bunting tidak boleh diberi perlakuan sinkronisasi estrus

Manajemen Pemeliharaan Kambing Induk Anak dalam Hal Penanganan Induk Bunting, Prapartus, Partus, Pasca Partus, Sapih, dan Pasca Sapih

Penanganan Induk Bunting -           Dimasukkan ke kandang tersendiri dari kawananya. -           Dijaga dan dihindarkan dari hal-hal yang dapat mengakibatkan keguguran atau stress -           Memastikan kambing mendapat sinar matahari yang cukup. -           Kandang harus cukup longgar agar kambing yang bunting lebih leluasa bergerak dan kondisinya tetap sehat. -           Dihindarkan dari berkelahi dari hewan lain, jangan sampai terkena pukulan, terjatuh, atau dipaksa melakukan pekerjaan berat. -           Memperkirakan kapan anak kambing akan partus. Penanganan Prapartus -           Memperhatikan gejala-gejala induk kambing yang akan melahirkan. Gejala-gejala tersebut diantaranya; nafsu makan terhambat, gelisah, sering bersuara, dan kaki menggaru-garuk ke tanah. Fase ini berjalan lebih dari sehari. -           Gejala lain diantanya; vulva tampak membengkak kemerah-merahan dan lembab serta leher rahimnya tampak melebar. Keadaan ini bermanfaat untuk memperlancar saluran peranank

MANAJEMEN PENETASAN DI SEBUAH PERUSAHAAN HATCHERY

MANAJEMEN PENETASAN DI SEBUAH PERUSAHAAN HATCHERY Penetasan berperan sebagai penyedia anak ayam baik broiler maupun layer yang dalam peternakan merupakan inti kegiatan atau di dalam pabrik bagaikan mesinnya. Menetaskan telur ayam, berarti meliputi kegiatan mengeramkan telur ayam hingga telur ayam tersebut menetas. Penetasan dibagi dua yakni penetasan secara alami dan penetasan secara buatan.   Penetasan secara alami memanfaatkan induk ayam yang sudah siap dierami, atau unggas lain yang sedang mengeram Penetasan buatan merupakan suatu rekayasa penetasan telur yang sudah tidak menggunakan induk/ayam betina tetapi menggunakan alat (mesin tetas).   Bangunan Penetasan Bangunana penetasan terdiri dari beberapa ruangan yang disesuaikan dengan kebutuhannnya atau kegiatannya. Ruangan kegiatan tersebut meliputi ruang penerimaan telur, ruang fumigasi, holding room , ruang pengeraman, ruang penetasan, kantor, ruang grading DOC serta ruang peralatan dan perlengkapan penetasan . Syarat-syarat rua