Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2014

PENGOBATAN KORISA (Snot/Pilek) pada Ayam, Itik, dan Puyuh

PENGOBATAN KORISA (Snot/Pilek) pada Ayam, Itik, dan Puyuh   Penyakit ini sudah pasti sering dialami oleh para peternak unggas, korisa bisa menyerang unggas pada semua umur khususnya umur 3 minggu hingga masa panen atau produksi. Korisa merupakan penyakit pernafasan yang dapat merugikan peternak karena akan menurunkan produksi telur, menghambat pertumbuhan bobot untuk pedaging, biaya pengobatan yang tinggi hingga meningkatnya angka kematian pada ternak. Korisa disebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum, bakteri ini di luar induk semang akan mudah mati dan mudah diinaktivasi. Desinfektan yang efektif untuk membunuh bakteri ini antar lain iodine maupun ammonium quarterner dilakukan untuk sterilisasi kandang dengan penyemprotan. Tanda khas serangan korisa antara lain sulit bernapas, adanya lendir atau kotoran dari hidung yang mula-mula encer dan berlanjut sampai kental seperti nanah, bau yang menyengat seperti telur busuk, muka bengkak terutama pada daerah sinus di bawa

Penetasan Telur

PENETASAN TELUR Penetasan telur yang  umum dilakukan oleh peternak adalah ada dua cara yaitu :  penetasan telur secara alami  dan penetasan telur secara buatan. Yang dimaksud dengan penetasan telur secara alami yaitu penetasan telur dengan menggunakan induknya untuk mengerami telurnya seperti ayam, entok dan  bangsa-bangsa burung. Sedangkan untuk itik atau bebek tidak bisa mengeraminya sendiri, biasanya menggunakan    unggas lain  untuk  membantu menetaskan telurnya. Sedangkan yang dimaksud dengan penetasan telur  secara buatan yaitu menetaskan telur dengan menggunakan alat yang berupa mesin tetas telur  atau alat penetasan telur. Di perusahaan  pembibitan ternak unggas   (breeding farm), yang sekala usahanya cukup besar  seperti Cipendawa dan Phokphand biasanya menggunakan mesin tetas yang moderen (komersial) dan kapasitasnyapun cukup banyak. Penetasan telur merupakan suatu usaha untuk menghasilkan unggas baru dalam meneruskan usaha peternakan tersebut dengan cara mengunakan mesin tet