Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ruminansia

Inseminasi Buatan - Metoda Cervix (Speculum)

Metoda Cervix (Speculum) Inseminasi dengan metoda cervix yaitu memasukkan spekulum yang steril (diameter 2-3 cm dan panjang 35 – 40 cm) kedalam vagina. Dengan menggunakan sumber lampu diujung speculum atau lampu di pasang di kepala inseminator), speculum dapat dimasukkan kedalam muka atau mulut cervix (lihat Gambar 2). Biasanya speculum dapat dimasukkan hingga 1 – 2 cm kedalam cervix dan semen dideposisikan ditempat itu. Metoda ini jauh lebih baik daripada mendeposisikan dibagian vagina (Metode vagina) tetapi biasanya 10 – 12 persen angka konsepsinya lebih rendah bila dibandingkan dengan metode rekto-vagina. Kerugian lainnya dari metode ini yaitu speculum harus disterilkan dahulu. Ga mb a r 2 . I n sem in a si cerv i x (Spec u l u m)

Inseminasi Buatan - Metoda Rekto-Vagina

Metoda Rekto-Vagina Inseminasi Buatan (IB) adalah proses penempatan sperma kedalam alat reproduksi betina dengan menggunakan alat bantu, selain kawin alam. Ada beberapa teknik untuk menginseminasi sapi. Salah satu metoda yang paling popular dan paling baik adalah metoda rekto-vagina. Metoda ini sederhana (simple) tetapi agak sulit untuk dipelajari, karena metoda ini memerlukan banyak latihan. Metoda inseminasi Recto-vagina juga disebut metoda fixasi cervix. Metoda ini cukup mudah (diatas disebutkan agak sulit). Untuk menguasai metoda ini siswa harus banyak berlatih. Caranya yaitu dengan memasukkan tangan kiri yang dilapisi dengan plastik (glove), di lumasi dengan sedikit pelumas (Jelly) ke dalam rektum sapi. Kemudian tangan kiri berada dan memegang cervix (Gambar 1). Ga mb a r 1. I n sem in a si R e kt o- v a g in a Cervix dapat dibedakan dengan uterus ataupun dengan vagina, karena memiliki dinding yang tebal (Bearden dan Fuquay, 2000). Alat inseminasi dimasukkan melalui vulva ke dal...

Inseminasi Buatan Pada Sapi - Pemilihan Sapi Pejantan Produktif

2) Pemilihan Pejantan Produktif a) Pemilihan Pejantan Berdasarkan Penampilan Luar (Eksterior) Penampilan Luar (Eksterior) Calon pejantan harus dipilih yang memiliki penampilan luar (eksterior) yang baik. Biasanya pejantan yang memiliki penampilan luar baik akan mempengaruhi produktivitas dan mutu anak yang dihasilkan. Untuk menilai penampilan luar pejantan dapat ditinjau dari kondisi umum dan kondisi khusus. Kondisi Umum Penampilan luar yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sapi sebagai calon pejantan adalah sebagai berikut : (1) dalam keadaan sehat dan tidak cacat. (2) memiliki mata cerah dan kulitnya mengkilat (tidak kusam). (3) bergerak lincah dan nafsu makannya baik. (4) memiliki leher panjang dan besar . (5) memiliki tubuh panjang, berbentuk balok (Sesuai bangsanya) dan dada dalam. (6) memiliki kaki besar, tegak dan kokoh. (7) memiliki pertumbuhan tubuh yang kompak/serasi. (8) memiliki warna kulit dan bulu khas sesuai bangsanya. Kondisi Khusus Berdasarkan ketetentuan kontes dan ...