Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bahan Pakan

Pengelolahan Pakan Ransum Untuk Merangsang Pertumbuhan Pada Domba (Kambing Gibas)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam pemeliharaan ternak kita sebagai peternak harus benar – benar memahami dan mengerti komposisi pakan  yang benar dan tepat agar produksi dari ternak kita mampu menghasilkan dengan optimal. Setiap ternak memiliki sistem pencernaan, jenis dan fase pertumbuhan/produksi yang berbeda – beda hal ini dapat disimpulkan kepada pemberian pakan pada ternak yang berbeda – beda pula. Ransum adalah komposisi pakan ternak yang yang berdasarkan nilai gizi. Komposisi ransum terdiri dari hijauan, silase, sumber energi/karbohidrat, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin. Dan berbagai komponen yang menunjang dalam proses pertumbuhan ataupun produksi contohnya adalah konsentrat. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang komposisi pakan pada domba atau yang disebut dengan penyusunan ransum untuk domba. Domba memiliki sistem pencernaan tunggal sama halnya dengan kambing. Dalam penyusunan ransum untuk domba kita juga memperhatikan bah...

Pewarna Pakan Ternak (Feed Colour)

Secara naluri, ternak unggas menyukai pakan berbentuk butiran dan berwarna kuning. Karena itu beberapa pabrik pakan menambahkan pewarna ke dalam pakan. Zat pewarna pakan berfungsi untuk meningkatkan keinginan ternak dalam mengonsumsi pakan. Pewarna pakan ini bisa diperoleh di toko-toko kimia. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Bahan pakan juga dapat dikelompokkan menjadi butir- butiran, bahan sisa pengolahan butir-butiran, hijauan, bahan pakan sumber protein hewani, bahan pakan sumber protein nabati, produk samping susu, mineral dan asam amino sintetis.

Zat Pengharum pada Pakan Ayam

Untuk menambah daya rangsang ayam terhadap pakan, bisa juga ditambahkan pengharum yang beraroma khusus, biasanya berasal dari ekstrak tumbuhan. Pengharum ini dapat diperoleh di importir obat ternak atau toko-toko kimia. Bahan yang bisa dibeli di toko kimia seperti pengharum yang beraroma vanila. Penggunaan pengharum dalam pakan tidak mutlak. Tidak semua pakan komersial pabrik menggunakan pengharum. Dengan menggunakan bahan baku berkualitas baik akan dihasilkan pakan dengan aroma yang khas. Proses pencetakan pelet melalui tahapan penguapan (steaming) akan memberikan aroma yang lebih merangsang ayam untuk meningkatkan konsumsi pakan.

Zat Pemberi Pigmen Pakan

Zat pemberi pigmen berfungsi untuk memberikan warna kuning di bagian kaki dan kulit ayam ras pedaging, sehingga penampilan fisiknya lebih menarik. Sebagai pemberi warna bisa digunakan beta-karoten atau apokarotenoat dalam bentuk murni (pure) atau sediaan premix seperti beta karoten 10% dan apokarotenoat 10%. Penggunaan zat pemberi warna sedikit sekali, sekitar 20 - 30 ppm. Harganya per kilogram sangat mahal, sehingga pemakaian bahan ini sebenarnya tidak ekonomi. Jika akan digunakan, cukup ditambahkan ke dalam pakan finisher. Jika penggunaan jagung kuning di atas 50%, pakan tidak perlu ditambahkan pigmen ini lagi. Apabila masih kurang, bisa juga digunakan sumber hijauan yang mempunyai kandungan xanthofil, seperti khlorela, rumput laut, tepung alfafa, dan tepung daun lamtoro. Tabel Kisaran Xanthofil pigmen dalam bahan baku pakan Kandungan Rata-rata Mg/kg ) Nama Bahan Baku Pakan Kisaran Variasi (mg/kg) Jagung kunin...

Bahan Perekat Pakan Pelet

Bahan perekat atau binder diperlukan dalam proses pencetakan pelet. Fungsinya sebagai pengikat antar komponen bahan baku, sehingga tidak mudah terurai atau berubah kembali menjadi bentuk tepung. Dalam pakan ayam ras pedaging, binder tidak mutlak diperlukan, kecuali jika membuat pakan ikan. Dengan pemberian uap atau pengukusan akan terbentuk pati yang berasal dari bahan baku pakan ayam ras pedaging yang berfungsi sebagai perekat. Saat ini banyak perekat sintetis yang bisa diperoleh di distributor atau importir bahan kimia. Sebagai bahan perekat bisa juga digunakan bahan alami. Bahan perekat ditambahkan dengan jumlah sekitar 2%.

Bahan Anti Jamur, Anti Racun, dan Antioksidan dalam Ransum Unggas

• Anti jamur (Anti-Mold) Apabila kita menggunakan bahan baku pakan yang mudah berjamur, seperti bungkil keplapa, mutlak diperlukan penambahan antijamur. Antijamur mengandung asam propio nat, asam asetat, asam sorbat, atau kombinasi dari beberapa preparat tersebut. Dosis yang ditambahkan sekitar 0,09 - 0,1%. Penggunaannya harus sesuai dengan aturan. • Anti racun (Antitoxic) Bahan baku kelompok bungkil biasanya akan mudah berjamur. Jamur ini kemudian akan mengeluarkan racun bagi ternak dan akan mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat. Untuk dapat menetralkan kandungan racun perlu ditambahkan antiracun. Namun antiracun ini tidak perlu digunakan apabila kita sudah memberikan antijamur ke dalam bahan baku pakan. Artinya, dengan tidak adanya jamur, tentu tidak muncul racun dari jamur tersebut. • Antioksidan (Antioxidant) Antioksidan digunakan sebagai bahan pengawet pakan dan melindunginya dari kerusakan akibat kelembaban dan suhu lingkungan yang tinggi, peng...