• Anti jamur (Anti-Mold)
Apabila kita menggunakan bahan baku pakan yang mudah berjamur, seperti bungkil keplapa, mutlak diperlukan penambahan antijamur. Antijamur mengandung asam propio nat, asam asetat, asam sorbat, atau kombinasi dari beberapa preparat tersebut. Dosis yang ditambahkan sekitar 0,09 - 0,1%. Penggunaannya harus sesuai dengan aturan.
• Anti racun (Antitoxic)
Bahan baku kelompok bungkil biasanya akan mudah berjamur. Jamur ini kemudian akan mengeluarkan racun bagi ternak dan akan mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat. Untuk dapat menetralkan kandungan racun perlu ditambahkan antiracun. Namun antiracun ini tidak perlu digunakan apabila kita sudah memberikan antijamur ke dalam bahan baku pakan. Artinya, dengan tidak adanya jamur, tentu tidak muncul racun dari jamur tersebut.
• Antioksidan (Antioxidant)
Antioksidan digunakan sebagai bahan pengawet pakan dan melindunginya dari kerusakan akibat kelembaban dan suhu lingkungan yang tinggi, pengaruh cahaya matahari, dan reaksi-reaksi zat asam. Reaksi oksidasi akan menurunkan kualitas pakan, merusak dan menghalangi terserapnya kandungan nutrisi dalam pakan. Ada beberapa jenis antioksidan yang biasa digunakan untuk membuat pakan ayam ras pedaging, diantaranya BHT (Butylated Hydroxy Toluen), BHA (Butylated Hydroxy Anisol), EQ (Etoxyquin), dan PG (Prophyl Gallate). Di pasaran banyak tersedia antioksidan yang merupakan kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Antioksidan ditambahkan ke dalam pakan sebanyak 125 - 250 ppm.
Tabel Ketahanan Bahan Baku Pakan Ternak dengan atau tanpa Pengawet
Nama
Bahan Baku
Pakan
|
Dengan
Antioksidan
BHT
|
Tanpa
Antioksidan
|
Bekatul
|
26 - 27
hari
|
14 hari
|
Bungkil
kacang tanah
|
42 - 49
hari
|
21 hari
|
Tepungikan
|
45 - 52
hari
|
25 hari
|
Campuran
bekatul, tepung ikan
|
28 - 42
hari
|
14 hari
|
Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah berkomentar,semoga bermanfaat