Salah satu
aspek penting bagi kedaulatan dan kelangsungan hidup sebuah bangsa adalah “pangan”.
Bung Karno pada tahun 1953, sewaktu
peletakan batu pertama di IPB menyatakan “Pangan
merupakan Hidup Matinya Bangsa Kita “
Membangun
pangan juga memperkuat identitas sebuah bangsa di dunia yang semakin menyatu
ini.
1) Amerika memperkenalkan kepada dunia dgn Hot dog, Hamburger dan Coca-colanya.
2)
Italia memperkenalkan Pizza dan Spaghetti
3)
Jepang memperkenalkan Sushi, Sashimi
dan Tepanyaki
juga mie yang terbuat dari ubi jalar (Soba)
4)
Korea memperkenalkan Ginseng
5)
Sekarang sate
dipromosikan Malaysia sebagai produk kuliner tradisionalnya Malaysia
6)
Indonesia kondisi pangan dan
kemampuan pertanian nya relatif sedang terus menurun dan kita telah memasuki keadaan rawan pangan, ketergantungan pada pangan
impor terus meningkat.
Tidak ada yang lebih efektif untuk
membangun kemajuan suatu bangsa kecuali lewat
pendidikan yang baik bersama pelayanan Kesehatan yg prima dan input pangan yang
berkualitas (Ekonomi).
Kondisi negara kita memerlukan
perbaikan konsumsi protein hewani yang terdapat dalam telur,
susu, daging dan ikan yang sangat penting untuk pertumbuhan
fisik dan kecerdasan.
|
No
|
Nama Negara
|
Konsumsi Susu/Kapita/Tahun
|
|
1
|
Indonesia
|
6,50 liter
|
|
2
|
Kamboja
|
12,97 liter
|
|
3
|
Bangladesh
|
31,55 liter
|
|
4
|
India
|
60 liter (Rev.Putihnya)
|
|
|
|
Konsumsi Daging/Kap./Thn.
|
|
1
|
Indonesia
|
7 kg
|
|
2
|
Malaysia
|
48 kg
|
|
3
|
Filipina
|
18 kg
|
|
|
|
Konsumsi Telur/Kap./Thn.
|
|
1
|
Indonesia
|
51 butir (3,4 kg)
|
|
2
|
Malaysia
|
279 butir (18,2 kg)
|
|
|
|
Konsumsi Ikan/Kap./Thn.
|
|
1
|
Indonesia
|
26 kg(75% lautan 5,8
juta Km2
|
|
2
|
Malaysia
|
45 kg
|
|
3
|
Jepang
|
70 kg
|
Meskipun faktor pendapatan bukan
satu-satunya yang mempengaruhi konsumsi daging, namun ada
hubungan yang erat antara tingkat pendapatan
dengan konsumsi daging.
Sebagai gambaran tahun 1993, tentang
konsumsi daging sapi dimana, ”semakin meningkat
pendapatan semakin meningkat konsumsi daging”.
|
No
|
Nama Negara
|
Pendapatan/Kapita/Thn
|
|
1
|
Indonesia
|
US $ 780
|
|
2
|
Korea Selatan
|
US $ 8.000
|
|
3
|
Australia
|
US $ 17.000
|
|
4
|
Amerika Serikat
|
US $ 25.000
|
Akibat perubahan2 yang Fundamental
dlm preferensi konsumen meningkatnya
pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan akan
merubah kebutuhan konsumen terhadap kualitas bahan pangan diantaranya :
1.
Menuntut kualitas bahan pangan
2.
Aman
dan menyehatkan (Food safety)
3.
Adanya perubahan gaya hidup (Life
Style)
- Serta semakin terbatasnya waktu yang tersedia, akan
terjadi pergeseran permintaan bahan pangan dari yg siap dimasak (Ready to cook) menjadi Ready to eat)
Secara Keseluruhan ada peningkatan tuntutan dari
konsumen:
1. Peningkatan tuntutan yang beragam (Increased demand for variety)
- Tuntutan akan atribut gizi yg lengkap (Increased nutritional information)
- Tuntutan
akan kenyamanan dalam mengkonsumsi(Increased
demand for convenience)
Perkembangan
mutakhir dari preferensi konsumen dalam mengevaluasi suatu produk, akan merubah
perilaku konsumen (Consumer behaviour) dalam
mengevaluasi produk termasuk daging sapi dan produknya.
v Konsumen masa lalu mengutamakan
jenis dan harganya
v Konsumen masa kini telah menuntut yg lebih rinci dan lengkap
ü Apakah
bahan pangan yg bersangkutan aman untk kesehatan (Food
safety attributes) seperti kandungan patogen (Food borne pathogens),
kandungan logam berat (heavy metals),
kandungan residu pestisida dan antibiotika (pesticide
and veterinary residues) dan
lain-lain.
ü Apakah
bahan pangan yg bersangkutan mengandung nutrisi yg dapat mendukung kesehatan
dan kebugaran (nutritional attributes), fat content, kandungan
serat kasar (fiber),
mineral, asam amino, vitamin dll.
ü Kandungan
nilai dari bahan pangan yg bersangkutan (value attributes) seperti kemurnian (purity), ukuran
(size),
penampilan (appearance), rasa (taste), aspek nilai penyajian (convenience of preparation)
ü Bagaimana
pengepakan dilakukan (package attributes),
apa bahan material nya (package material), label dan informasi lainnya.
Makin maraknya
konsumen industri pangan di Indonesia seperti Pizza
Hut, MC Donalds, Hoka Hoka Bento dan Wendy’s.
Merupakan
indikasi bahwa konsumen telah bersedia bayar mahal asal memenuhi atribut yang
dituntut pasar /konsumen (Consumer needs)
1.
Clean market
2.
Food safety
3.
Kandungan nutrisi
4.
Penyajian/Fackage.
Harga rendah dipersepsikan konsumen
sebagai ”barang murahan” Semua hal
diatas merupakan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi oleh pebisnis ternak
potong kedepan.
PREFERENSI KONSUMEN
- Adanya perubahan preferensi konsumen
telah terjadi secara Internasional termasuk Indonesia
- Persaingan bisnis sapi potong dimasa
datang akan sangat ditentukan oleh kemajuan pelaku
agribisnis sapi potong untuk memenuhi atribut yang dituntut konsumen
- Semua hal diatas merupakan
tantangan sekaligus peluang yg dihadapi oleh agribisnis
sapi potong kedepannya
- Tantangan dan peluang yg demikian tidak mungkin
dapat dihadapi oleh pengusaha
agribisnis sambilan, berorientasi jangka pendek serta hanya
menguasai salah satu segmen dari agribisnis sapi potong
Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah berkomentar,semoga bermanfaat