Skip to main content

Faktor-Faktor yang Menentukan Tingkat Produktivitas Ternak

Secara Umum Bahwa Tingkat Produktivitas Ternak Ditentukan Oleh Faktor-Faktor :

1).Kemampuan Genetik, setiap individu ternak telah memiliki kemam puan genetik, tetapi para ahli masih perlu melakukan seleksi untuk menda patkan individu ternak yg memiliki potensi genetik tinggi, guna mempro duksi komoditi tertentu.
-Kemudian melakukan penangkaran (breeding).
--Penangkaran dpt dilakukan secara konvensional sampai cara yg paling canggih seperti metoda superovu lasi, dan transfer janin hingga hingga didapatkan suatu populasi ternak baru yg hampir seluruhnya memeliki kemampuan genetik tinggi untuk memproduksi tertentu.
 2) Masalah yg lebih Kompleks adalah masalah yg berhubungan dengan faktor lingkungan ternak antara lain :
o Lingkungan fisik terutama unsur-unsur meteorologi seperti radiasi matahari, suhu udara, kelembabab udara, kecepatan angin, curah hujan dan ketinggian tempat
o Lingkungan Biotik seperti vegetasi, predator, hewan atau ternak lain, bakteri, parasit dan virus
o Lingkungan kimiawi seperti pencemaran dan peracunan oleh unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimiawi baik yg terdapat di udara, air tanah, maupun tumbuhan
o Lingkungan Manusia merupakan lingkungan yg dianggap terpenting, karena manusia sebagai pengelola ternak merupakan faktor yg paling menentukan terhadap produktivitas.

Wawasan : Peternakan dapat dipandang sebagai industri biologis yang dikendalikan oleh manusia.(Bio Industry)
Komponen makro dlm pembangunan peternakan adalah :
1).Peternak sebagai subyek
Peternak sebagai subyek harus dijamin meningkatkan pendapatan dan kesejah
teraannya
2).Ternak sebagai obyek ditingkatkan produksi dan produktivitasnya
1.Lokasi : sebagai basis ekologi pendu
kung pakan dan lingkungan budidaya
2.Teknologi (Rekayasa) sebagai rekayasa untk mencapai tujuan
SASARAN STRATEGI
a.Peningkatan Populasi (Sarana produksi)
1.Meningkatkan kelahiran (IB, Penyeba ran ternak unggul dll.)
2.Menekan kematian dgn program keswan yaitu penolakan, pencegahan penyakit, pengendalian wabah dan kesmavet(kesehatan masy. Veteriner)
3.Mengendalikan pemotongan ternak betina produktif
4. Menghentikan ekspor ternak hidup, dan mengimpor ternak unggul
5.Peningkatan Produksi melalui Intensifikasi (Budidaya)
-          Aspek produksi dgn Panca Usaha (bibit, pakan, keswan, pemeliharaan dan reproduksi ternak
-          Aspek ekonomi (Pemasaran, penanga
nan pasca panen)
-          Aspek sosial (Peternak diorganisir dlm wadah kelompok /koperasi
b.Pengolahan hasil ternak (penampungan hasil dan pengolahan oleh badan usaha (swasta) /koperasi,
 BUMN.
c.Pemasaran (Pemasaran hasil yg berkualitas oleh badan usaha /swasta /koperasi/BUMN
Sebagai Suatu Sistem Agribisnis Peternakan meliputi :
1).Bidang usaha Pra-produksi (Termasuk pengadaan sarana produksi, seperti bibit, pakan, obat dan alat alat produksi
2).Bidang usaha produksi (Budidaya) (Termasuk budidaya peternakan)
 3).Bidang Usaha Pasca Produksi meliputi usaha-usaha pasca panen,pengolahan, distribusi dan pemasaran.

Comments

Popular posts from this blog

Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Kambing

Organ tubuh luar terdiri dari atas kepala, kaki depan, kaki belakang, total kaki, kulit, ekor, otak, mata dan lidah. Organ tubuh dalam terdiri dari total organ tubuh dalam, total saluran pencernaan, darah dan lemak hasil ikutan internal. Ternak kambing memberikan beberapa keuntungan bagi petani peternak, antara lain : 1) Sebagai ternak penghasil daging, susu, Wit dan pupuk, 2) sebagai hewan tabungan,   3) cepat berkembang biak dan beranak lebih dari satu dalam satu kali melahirkan, 4) modal yang diperlukan relatif kecil, 5) kandang dan pemeliharaamya sederhana dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak, 6) dapat menggunakan limbah pertanian sebagai makanan dan 7) mempunyai resiko pemeliharaan gang kecil. Pertumbuhan tubuh sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan bagian-bagian tubuh yang terdiri atas organ-organ tubuh luar dan dalam.   Sebagian dari organ-organ ini adalah organ yang masak dini, hal ini karena organ tersebuk merupakan organ pengatur dan penunjang aktifitas tubuh, s...

Laporan Praktikum Ilmu Kesehatan Ternak (IKT) | Nekropsi

BAB I PENDAHULUAN     Nekropsi merupakan pemeriksaan kondisi jaringan tubuh ternak yang dilakukan dengan cara membedah atau membuka rongga tubuh sehingga fisik organ dalam ternak dapat diamati. Dalam penggunaanya, nekropsi banyak digunakan dalam hal pemeriksaan unggas yang diduga telah terjangkit penyakit. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui penyakit yang diderita oleh unggas sehingga dapat ditentukan penanganan yang tepat untuk menanggulangi penyakit tersebut agar peternakan terhindar dari kerugian finansial yang lebih besar. Maka dari itu nekropsi sangat penting untuk dipelajari, mengingat pentingnya menjaga kesehatan unggas dalam keberlangsungan usaha peternakan.     Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih terlatih dalam melakukan nekropsi pada unggas dan mampu menganalisa penyakit yang diderita oleh unggas. Manfaat dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih memahami secara mendalam mengenai karakteristik penampilan luar dan organ da...

Sistem Reproduksi Hewan Ruminansia Jantan

Tugas utama hewan jantan/pejantan secara alamiah adalah memproduksi semen/spermatozoa yang subur dan menempatkanya  dalam alat kelamin betina dengan tepat.  Tugas ini dilaksanakan oleh organ reproduksi primer dan sekunder.   Organ reproduksi primer pada hewan jantan yaitu testis. Sedangkan   organ   reproduksi   sekunder   terdiri   dari   epididymis,   vas deferens, uretra, kelenjar vesikularis, kelenjar prostate dan kelenjar bulbouretralis/cowper dan penis. Secara alamiah fungsi esensial dari seekor pejantan adalah menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa yang cukup, aktif dan infertil serta secara sempurna mampu meletakkannya ke dalam saluran reproduksi betina. Semua proses fisiologis dalam tubuh ternak jantan, baik secara langsung maupun tidak langsung, menunjang produksi dan kelangsungan hidup spermatozoa.  Namun demikian pusat kegiatan dari kedua proses ini terletak pada orga...