A. PEMASARAN TERNAK.
1).Definisi Pemasaran. Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Sebagai pedoman didalam menyusun strategi pemasaran bagi pihak “Manager Pemasaran”,
1).Definisi Pemasaran. Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
2).Pemasaran
adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
3).Konsep
Pemasaran. Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan
terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/ konsumen. Konsep pemasaran disusun
dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu : u Orientasi
konsumen / pasar / pembeli u
Volume penjualan yang menguntungkan u
Koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.
4).Rantai
Pasok Secara komersial, ternak dipasarkan mulai dari peternak sebagai
produsen ternak hidup hingga konsumen
akhir sebagai pengguna daging .
5).Rantai
pemasaran mulai dari peternak hingga konsumen akhir disebut rantai pasok (supply chain ).
6).Panjangnya
rantai pasok sangat dipengaruhi oleh jangkauan pemasaran secara spasial dan
secara vertikal. Ternak sapi yang dijual hingga keluar pulau mempunyai
rantai pasok lebih panjang dibandingkan dengan yang dijual di pasar lokal.
PERMASALAHAN
PEMASARAN
Sebagai contoh kasus pemasaran ternak di Indonesia Timur.
1).Fasilitas
Pendukung Pemasaran Ternak di Indonesia Timur Jarak dari daerah produksi ke
daerah konsumsi dan pelabuhan interinsuler cukup jauh yang dihubungkan
oleh jalan darat yang kondisinya kurang memadai.
2).Di wilayah IndonesiaTimur yang terdiri dari banyak pulau,
pelabuhan dan kapal angkut menjadi sangat vital, namun fasilitas
pelabuhan untuk muat dan bongkar ternak masih jauh dari memadai. Di pelabuhan
Kupang misalnya, pemuatan ternak sapi keatas kapal tidak menggunakan ram tetapi
derek yang dapat menyiksa ternak sapi yang dapat menimbulkan risiko luka dan bahkan
patah kaki (Hadi dan Purba 2008).
3).Hal
yang sama juga terjadi di Mataram (Ilham, 2001). Fasilitas untuk muat dan
bongkar ternak ke/dari atas truk di seluruh pelabuhan di Indonesia Timur memang
masih sangat minim.Angkutan ternak dari Indonesia timur menuju Cibitung
(Bekasi/Jawa Barat) dilakukan melalui jalur laut sampai ke pelabuhan Kali Mas
di Surabaya yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan truk atau gerbong
kereta api menuju Jakarta dan sekitarnya (Ilham, 2001; Hadi et al , 2002;
Budisantoso et al , 2008).
4).Namun penggunaan gerbong kereta api sekarang tidak ada lagi
karena biayanya terlalu mahal. Tidak adanya layanan angkutan langsung lewat
laut ke Jakarta karena risiko yang lebih besar sebagai akibat ternak terlalu
lama di dalam kapal.Kondisi kapal juga kurang bagus. Kapal terbuat dari kayu,
tidak dirancang khusus untuk ternak dan dicampur dengan barang-barang lainnya
(Ilham, 2001; Budisantoso et al., 2008).
5).Ruang
kapal untuk ternak sangat sempit dan tidak dilengkapi dengan air minum,
pakan, kandang bersekat dan fasilitas bongkar muat.
6).Keberangkatan
kapal juga tidak reguler lagi disamping frekuensi yang lebih sedikit.
Pengangkutan sapi lewat darat dari pelabuhan Kali Mas Surabaya menuju Cibitung
juga menggunakan truk gandengan yang tidak dirancang khusus untuk ternak.
7).Untuk
pengiriman ternak antar pulau diperlukan karantina hewan yang ditempatkan
didekat pelabuhan. Dalam penanganan ternak di karantina, pada umumnya
kondisi kandang sudah baik tetapi fasilitasnya kurang, seperti air minum dan
pakan terbatas (Ilham, 2001; Budisantoso et al , 2008).
8).Di
Surabaya (Kalimas), kondisi kandang karantina bagi sapi dari Bali, NTB
dan NTTyang akan dibawa ke Cibitung (Jawa Barat) cukup bagus, pasokan pakan
cukup dan kesehatan ternak terpelihara secara baik, tetapi pasokan
air minum kurang memadai (Budisantoso et al .2008).Waktu tunggu
di kandang penampungan (holding ground
) di pelabuhan keberangkatan dan di tempat tujuan (Cibitung) dan di kandang
karantina di pelabuhan keberangkatan dan di Surabaya cukup lama yang secara
keseluruhan mencapai sekitar 15 hari.
9).Penanganan ternak yang kurang optimal dalam pengiriman ternak
tersebut diatas menyebabkan terjadinya penyusutan ternak sapi (susut berat dan
mati) sampai tempat tujuan cukup besar yaitu 7-10 persen untuk
sapi dari NTB (Ilham, 2001) dan 10 -12 persen untuk sapi dari NTT (Budisantoso
et al , 2009). Biaya susut tersebut sudah pasti dibebankan kepada peternak
sehingga harga sapi di tingkat peternak menjadi lebih rendah dari yang
seharusnya.
1).Dalam
melakukan pemasaran hasil produk ternak sapi potong dituntut adanya tingkat
kejelian “Manager Pemasaran”, khususnya di
dalam cara menetapkan atau melaksanakan program dan strategi pemasaran.
Demikian juga perlu memperhatikan masalah rantai pemasaran, sebab panjang
pendeknya suatu rantai pemasaran produksi yang ditunjukkan oleh besarnya margin
pemasaran.
2).Sebab
suatu kebiasaan yang sering terjadi tingginya harga jual suatu jenis produk
tertentu oleh pihak lembaga pemasaran justru akan dibebankan dalam harga yang
harus di bayarkan konsumen ataupun oleh pihak produsen .Adapun diantara
penyebab-penyebab utama besarnya biaya pemasaran suatu jenis produk adalah :
(a).Lembaga
pemasaran bekerja kurang efisien dan efektif ;
(b).Kurangnya
keahlian lembaga pemasaran di dalam menangani produk yang dipasarkan ; dan
(C).Keadaan
prasarana dan sarana yang kurang menunjang di dalam melakukan kegiatan pemasaran.
Sebagai pedoman didalam menyusun strategi pemasaran bagi pihak “Manager Pemasaran”,
harus memperhatikan adanya 4 (empat) tahapan
dalam memprediksi jumlah permintaan pasar, yaitu:
1).Menentukan
peluang pasar dan sasaran buyer yang dituju serta menentukan bagian
pasar yang mungkin diraih oleh perusahaan.
2).Membagi
total permintaan menjadi beberapa komponen utama sesuai dengan
kecenderungan permintaan konsumen potensial, selain sistim pembayaran yang
ditawarkan.
3).Melakukan
peramalan pasar termasuk hal-hal yang turut mempengaruhi permintaan
masing-masing bagian atau segmen konsumen, untuk seterusnya mengevaluasi
sebab-sebab bagaimana hal ini dapat terjadi
4).Melakukan
analisa sensitivitas untuk mendekati/mengetahui point-point mana dan unsur
biaya yang labil dalam mempengaruhi arus keuangan usaha, dan sekaligus
mengukur tingkat risiko peramalan.
Penyusunan
suatu program pemasaran adalah dimaksudkan untuk menjamin kelancaran
tercapainya target-target penjualan, sedangkan didalam menyusun strategi
pemasaran juga harus mempertimbangkan masalah karakteristik masing-masing
pasar, termasuk keadaan sarana prasarana penunjangnya dan pelakunya itu sendiri
sehingga bagi seorang manajer pemasaran perlu memperhatikan hal-hal ini:
Tetap menjaga kestabilan, kesinambungan dan kualitas produk ternak sapi potong yang ditawarkan agar dapat menanamkan rasa kepercayaan konsumen terhadap kredibilitas perusahaan.
Tetap menjaga kestabilan, kesinambungan dan kualitas produk ternak sapi potong yang ditawarkan agar dapat menanamkan rasa kepercayaan konsumen terhadap kredibilitas perusahaan.
Tetap
mengadakan riset dan penelitian secara tetap dan berkala terhadap perkembangan
dan fluktuasi harga bulanan, yang terendah maupun yang tertinggi menurut waktu.
SISTEM
PEMASARAN TERNAK POTONG
A. Online
Dengan membuat web jual beli sapi potong maka kita
akan dengan mudah distribusikan penjualan sapi dengan alamat domain http://www.jualbelisapi.com dan hosting di RumahWeb.com
dengan biaya pertahun sebesar Rp. 210.000 /250MB.
Adapun system penjualan di webnya :
1. Pemesanan
Untuk Cara Pemesanan sapi sangat mudah sekali, kami
menyediakan dua metode cara pemesanan sapi :
1).
Order langsung via Hp dengan format :
Nama- Kota- Jenis Sapi -Gender Sapi-Berat
Sapi-Jumlah Sapi
Contoh : Rudi Jakarta
Sapi
Bali Jantan
300Kg 10 Ekor. Kami akan kirimkan balasan Stok sapi pesanan anda serta DP
Pembelian sapi 50% yang harus anda transfer.
2). Order via Form . Untuk Metode ke 2 silahkan
anda isi Form yang tersedia di bawah ini. Kami akan kirimkan
balasan via Hp/Email berupa stok sapi2 pesanan anda serta total DP 50%
yang harus anda transfer.
*Minimal Pemesanan adalah 10 Ekor untuk dikirim ke
Jabodetabek dan 100 ekor untuk luar kota.
2. Pembayaran
Metode
Pembayaran di jualbelisapi..com dapat dilakukan dengan
:
1). Pembayaran
dilakukan dengan transfer via ATM Bersama dari Bank dan rekening apapun.
2). Pembayaran
dilakukan di Lokasi kandang Penjual
3). Pembayaran
dilakukan di Lokasi kandang Pembeli
Pembayaran 50% dari total harga harus dilakukan Cash/via Transfer di awal
setelah terjadi perjanjian antara kedua belah pihak, baik pembayaran di lokasi
kandang penjual maupun kandang pembeli
Untuk
sisa 50% dari pembayaran harus dilu nasi Cash saat sapi telah diterima di
Lokasi kandang pembeli
Transport sepenuhnya dibebankan kepada pembeli dan harus dibayar diawal 100%
sebelum pesanan diantar ke Lokasi pembeli
Transport tidak akan dikembalikan kepada pembeli, jika ternyata pembeli
membatalkan pesanannya ditengah perjalanan pengantaran sapi yang dipesan atau
bahkan sapi telah sampai ke lokasi kandang pembeli.
Kami
tidak akan memproses pesanan anda, jika anda belum memenuhi metode pembaya
ran yang kami tawarkan
3. Pengiriman
Kami akan selalu berusaha secepatnya
mengantar pesanan anda saat anda mengkonfirmasi pembayaran 50% dan Transport
yang telah kami infokan. Maka dihari yang sama atau maksimal 1 hari
setelah pembayaran, pesanan anda akan segera kami antar ke lokasi anda sebagai
pembeli. Untuk pemeliharaan dan penjagaaan sapi dari kandang kami hingga sampai
ketempat anda sebagai pembeli, semua menjadi tanggung jawab penuh kami,
sehingga jika ada sapi yang mati atau terluka saat dalam perjalanan maka pihak
kami yang akan menanggungnya.
Berikut beberapa jasa transportasi yang
kami pergunakan :
Mobil Carry barang untuk pengantaran
pesanan JABODETABEK, Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkapasitas 3 ekor
kebawah.
Mobil Truck FUSO untuk pengantaran pesanan
ke area JABODETABEK, Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkapasitas 15-20 ekor.
Kapal
Laut Ferry untuk pengantaran Luar Provinsi (Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan)
yang berkapasitas maksimal hingga 300 ekor.
Untuk tarif pengiriman tergantung
kepada jarak lokasi pengiriman dan Pemilihan Jasa Transportasi yang digunakan.
B. Blantik Sapi
1).Salah satu
pemasaran ternak sapi yaitu dengan blantik sapi. Sistem kami bekerja sama dengan blantik sapi yang
sudah kami percaya karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
2).Masih sama
seperti sistim tradisional blantik sapi yaitu kami mematok harga fix untuk setiap sapi dan blantik sapi akan mengambil
untung dari bagaimana kepintaran mereka dalam negoisasi penjualan sapi kepada
pelanggan mereka.
Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi
Berikut ini adalah gambaran usaha
beternak sapi potong dalam berwirausaha. Lahan yang digunakan untuk beternak
sapi kalau bisa merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak
diperhitungkan untuk sewa lahannya.
Contohnya :
1).Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 ekor dengan harga awal Rp.
7.500.000/ekor dengan berat badan awal sekitar 250 kg/ekor. Sapi
dipelihara selama satu periode atau 5 bulan dengan penambahan
berat badan (PBBH) sekitar 0,8-1,2 kg/ekor dengan biaya Rp.400.000/bulan.
2).Penyusutan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu
periode 10%. 10 ekor sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp.
50.000/ekor/periode. Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 750.000/bulan.
Peralatan kandang yang dibutuhkan sebesar Rp. 250.000/periode. Kotoran yang
dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg yang bisa dijual lagi dengan
harga Rp. 200/kg.
3).Pakan yang diperlukan
untuk satu periode adalah: :
HMT 20kg x 10 x 150 x Rp.500
Konsentrat 3 kg x 10 x 150 x Rp. 1.500
Pakan tambahan 3 kg x 10 x 150 x Rp. 500
HMT 20kg x 10 x 150 x Rp.500
Konsentrat 3 kg x 10 x 150 x Rp. 1.500
Pakan tambahan 3 kg x 10 x 150 x Rp. 500
Modal Usaha :
1. Pembuatan
kandang 30 meter x Rp. 400.000 –> Rp. 12.000.000
2. Peralatan
kandang –> Rp. 500.000
BiayaVariabel :
1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 –> Rp. 75.000.000
2.HMT (pakan) –> Rp. 10.000.000
3.Konsentrat (pakan) –> Rp. 6.750.000
4.Pakan Tambahan –> Rp. 2.250.000
Total Biaya Variabel –> Rp. 93.000.000
BiayaTetap :
1. Tenaga Kerja 1 orang x 5 x Rp. 750.000 –> Rp.3.750.000
2. Penyusutan kandang 10 % x Rp. 12.000.000 –> Rp. 1.200.000
3.Penyusutan peralatan –> Rp. 250.000
Total Modal Tetap –> Rp. 5.200.000
Total Modal Tetap –> Rp. 5.200.000
Total biaya untuk usaha = Rp. 93.000.000 + Rp. 5.200.000 = Rp. 98.200.000
Penerimaan
A.Penerimaan didapat dari penjualan sapi dan kotoran. Penambahan
berat badan sapi 1 kg x 150 = 150 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang
untuk setiap ekor adalah 400 kg. Berat keseluruhan sapi adalah 10 x 400 kg =
4.000 kg dengan harga daging (Karkas) sapi Rp. 30.000/kg. Sehingga penerimaan
yang didapat dari penjualan daging (Karkas) adalah Rp. 120.000.000.
B.Sedangkan penerimaan yang didapat dari penjualan kotoran ternak
6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
Total penerimaan adalah Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000. Keuntunganya
adalah Rp. 121.000.000 (penerimaan)– Rp. 98.200.000 (pengeluaran)= Rp.22.800.000
B/C Ratio = Rp. 121.000.000 : Rp. 22.800.000 = 5,3
B/C Ratio = Rp. 121.000.000 : Rp. 22.800.000 = 5,3
Meskipun usaha penggemukan sapi memiliki peluang cukup besar namun
bukan berarti tanpa ada kendala. Ada sejumlah kendala-kendala yang umum terjadi
pada peternak sapi seperti
a).Modal besar di awal pemeliharaan, sulit untuk memperoleh pakan sapi
berkualitas,
b).Harga daging sapi potong yang tidak sebanding dengan biaya pakan.
c).Kenaikan bobot badan sapi yang tidak optimal karena serangan
penyakit, dan pemasaran sapi potong bagi peternak pemula.
Keunggulan
sapi PO ini antara lain tahan terhadap panas,
terhadap ekto dan endoparasit, pertumbuhan relatif cepat walaupun adaptasi
terhadap pakan kurang, serta persentase karkas dan kualitas daging baik.
I. Investasi pada sapi PO kebutuhan hari biasa
Berikut ini contoh analisa usaha budidaya
penggemukan sapi :
Asumsi-asumsi
:
Lahan yang digunakan merupakan
tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa
lahannya.
Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak
6 ekor jenis PO dengan harga awal Rp. 7.000.000/ekor dan berat badan sekitar
250 kg/ekor
Sapi dipelihara selama 6 bulan
dengan penambahan berat badan sekitar 0,7 kg/ekor/hari
Kandang yang dibutuhkan seluas 30
M2 dengan biaya Rp. 400.000/M2
Penyusustan
kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10 %
Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp.
60.000/ekor/periode
Tenaga kerja 1
orang dengan gaji Rp. 500.000/bulan
Peralatan
kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode
Rp. 250.000
Kotoran
yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp.
200/kg
Pakan
yang diperlukan untuk satu periode
o
HMT 40 kg x 6 x 180 x Rp.100
o Konsentrat
3 kg x 6 x 180 x Rp. 1.500
o Pakan
tambahan 3 kg x 6 x 180 x Rp. 200
A.
MODAL USAHA
Biaya
Investasi
1.
Pembuatan kandang 30 M2 x Rp. 400.000
Rp.
12.000.000
2. Peralatan
kandang Rp.500.000.-
Biaya Variabel1. Sapi bakalan 6 x Rp. 7.000.000
=Rp.42.000.000.-
2.
HMT =Rp.4.320.000.-
3.
Konsentrat =Rp.4.860.000.-
4. Pakan
Tambahan =Rp.648.000.-
Total Biaya Variabel = Rp.51.828.000.-
Biaya Tetap
1.
Tenaga Kerja 1 orang x 6 x Rp. 500.000
Rp. 3.000.000
2.
Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000
Rp.
1.200.000
3. Penyusutan
peralatan Rp.250.000.’ Total Modal Tetap
RP.4.450.000.
TOTAL
BIAYA PRODUKSI = Rp. 51.828.000 + Rp. 4.450.000 = Rp. 56.278.000
B.
PENERIMAAN
Penjualan
sapi dan kotoran
Penambahan berat badan 0,7 kg x 180 = 126
kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 376 kg,
untuk berat keseluruhan adalah 6 x 376 kg = 2.256 kg dengan harga Rp.
32.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 72.192.000
Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 =
Rp. 1.200.000.-
TOTAL
PENERIMAAN = Rp. 72.192.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 73.392.000
KEUNTUNGAN = Rp.
73.392.000 - Rp. 56.278.000 = Rp. 17.114.000
B/C
Ratio = Rp. 73.392.000 : Rp. 56.278.000 = 1,3
(
artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan
akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 130 )
BEP ( Break Even Point )
1.
BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total
= Rp. 56.278.000 : 2.256
= Rp. 24.945 /
2. BEP Volume
Produksi = Total biaya produksi : Harga jual
= Rp.
56.278.000 : Rp.32.000/kg= 1.758 kg
Artinya
usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai
berat badan 1.758 kg atau harga jual Rp. 24.945/kg
II. Investasi pada
Sapi PO kebutuhan Hari Raya Qurban / Idul Adha
a).Untuk Sapi PO
patokan harga yang biasanya dipakai adalah harga taksiran, harga sapi PO pada
saat Idul Adha bervariasi mulai dari Rp. 9,000,000 – Rp. 15,000,000.
b).Semakin
mendekati hari Raya Qurban harga sapi semakin melambung, selain itu banyak pula
beredar sapi yang ditawarkan dengan harga terlalu tinggi. Untuk hal tersebut kami
menawarkan system pembelian sapi PO kebutuhan hari raya Qurban dengan system
booking.
c).Melalui
system booking, konsumen bisa mendapatkan sapi kebutuhan hari raya Qurban
dengan kualitas bermutu dan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan
membeli pada pedagang umum di hari raya qurban.
Penambahan
berat badan 0,7 kg x 180 = 126 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang
untuk setiap ekor adalah 376 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 376 kg =
2.256 kg dengan harga Rp. 37.000/kg. jadi
uang yang didapat adalah Rp. 83.472.000
Penjualan
kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
TOTAL PENERIMAAN = Rp. 83.472.000
+ Rp. 1.200.000 = Rp. 84.672.000
KEUNTUNGAN = Rp. 84.672.000
- Rp. 56.278.000 = Rp. 28.394.000
B/C Ratio
= Rp. 84.672.000 :
Rp. 56.278.000 = 1,5
(
artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan
akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 150 )
BEP ( Break Even Point )
1.
BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total
= Rp. 56.278.000 : 2.256
= Rp. 24.945 / kg
2. BEP
Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual
= Rp.
56.278.000 : Rp.35.000/kg
= 1.607 kg
Artinya
usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai
berat badan 1.607 kg atau harga jual Rp. 24.945/kg

Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah berkomentar,semoga bermanfaat