Skip to main content

Membangun Agribisnis Peternakan Berdaya Saing Global

Untuk mencapai agribisnis berbasis peternakan yg mampu berdaya saing secara Global diperlukan :

1)    Kerjasama tim (teamwork) yg harmonis
2)  Untuk membangun suatu kerjasama tim yg harmonis selain memerlukan ketrampilan kerja (on-Job skill)
3)   Juga diperlukan wawasan yg luas tentang perilaku agribisnis berbasis peternakan baik aspek mikro, makro maupun global (micro-macro-global behaviour).
Di masa yg akan datang kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) lebih dominant berpengaruh terhadap kemajuan atau kemunduran bangsa dibandingkan dengan kekayaan sumberdaya alamnya.
1)   Bukti-bukti secara empiris menunjuk kan bahwa kualitas SDM yg tinggi akan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa, untk menghasil kan SDM yg berkualitas peran pendidikan dan gizi khususnya kecukupan konsumsi protein hewani sangat menen
tukan.
2)    Ada korelasi yg tinggi antara kecukupan konsumsi protein hewani dgn tingkat kemajuan suatu bangsa. Sebagai contoh.
-. Penduduk Indonesia per kapita tingkat konsumsi protein hewani akhir tahun 1993 diharapkan 3,74 gram/kapita/hari (daging 2,45, telur 0,82 dan susu 0,47)
-. Sementara Singapura, Jepang dan Amerika pada tahun 1987 sudah mencapai 22,69; 53,50 dan 73 gram/kapita/hari.
3)    Biasanya orang Indonesia lebih mementingkan makanan pokok (nasi) dimana produk makanan asal ternak menduduki urutan berikutnya setelah makanan asal tanaman pangan.
4)    Produk peternakan umumnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga hasil tanaman pangan ataupun perikanan.
5)    Sehingga permintaan produk peternakan hanya terjadi jika kebutuhan pangan pokok tercukupi dan atau ada peningkatan pendapatan. Pola dan kecende rungan ini tampaknya tdk hanya terjadi di Indonesia saja tetapi juga terjadi pada banyak Negara lain di dunia.
Meskipun faktor pendapatan bukan satu-satunya yang mempengaruhi konsumsi daging, namun ada hubungan yang erat antara tingkat pendapatan dengan konsumsi daging.
Sebagai gambaran tahun 1993, tentang konsumsi daging sapi dimana, ”semakin meningkat pendapatan semakin meningkat konsumsi daging”.

No
Nama Negara
Pendapatan/Kapita/Thn
1
Indonesia
US $ 780
2
Korea Selatan
US $ 8.000
3
Australia
US $ 17.000
4
Amerika Serikat
US $ 25.000

No
Nama Negara
Konsumsi Susu/Kapita/Tahun
1
Indonesia
6,50 liter
2
Kamboja
12,97 liter
3
Bangladesh
31,55 liter
4
India
60 liter (Rev.Putihnya)


Konsumsi Daging/Kap./Thn.
1
Indonesia
7 kg
2
Malaysia
48 kg
3
Filipina
18 kg


Konsumsi Telur/Kap./Thn.
1
Indonesia
51 butir (3,4 kg)
2
Malaysia
279 butir (18,2 kg)


Konsumsi Ikan/Kap./Thn.
1
Indonesia
26 kg(75% lautan 5,8 juta Km2
2
Malaysia
45 kg
3
Jepang
70 kg

”Akibat perubahan2 yang Fundamental dlm preferensi konsumen meningkatnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan akan merubah kebutuhan konsumen terhadap kualitas bahan pangan” diantaranya :
1.    Menuntut kualitas bahan pangan
2.    Aman dan yang menyehatkan (Food safety)
3.    Adanya perubahan gaya hidup (Life Style)
4.    Serta semakin terbatasnya waktu yang tersedia, akan terjadi pergeseran permintaan bahan pangan dari yg siap dimasak (Ready to cook) menjadi Ready to eat)

Secara Keseluruhan ada peningkatan tuntutan dari konsumen:

1.    Peningkatan tuntutan yang beragam (Increased demand for variety)
  1. Tuntutan akan atribut gizi yg lengkap (Increased nutritional information)
  2. Tuntutan akan kenyamanan dalam mengkonsumsi(Increased demand for convenience)

“Perkembangan mutakhir dari preferensi konsumen dalam mengevaluasi suatu produk, akan merubah perilaku konsumen (Consumer behaviour) dalam mengevaluasi produk termasuk daging sapi dan produknya.”

v   Konsumen masa lalu menguta
             makan jenis dan harganya
v    Konsumen masa kini telah menuntut yg lebih rinci dan lengkap
ü   Apakah bahan pangan yg bersangkutan aman untk kesehatan (Food safety attributes) seperti kandungan patogen (Food borne pathogens), kandungan logam berat (heavy metals), kandungan residu pestisida dan antibiotika (pesticide and veterinary residues) dan lain-lain.
ü   Apakah bahan pangan yg bersangkutan mengandung nutrisi yg dapat mendukung kesehatan dan kebugaran (nutritional attributes), fat content, kandungan serat kasar (fiber), mineral, asam amino, vitamin dll.
ü   Kandungan nilai dari bahan pangan yg bersangkutan (value attributes) seperti kemurnian (purity), ukuran (size), penampilan (appearance), rasa (taste), aspek nilai penyajian (convenience of preparation)
ü   Bagaimana pengepakan dilakukan (package attributes), apa bahan material nya (package material), label dan informasi lainnya.

”Makin maraknya konsumen industri pangan di Indonesia seperti Pizza Hut, MC Donalds, Hoka Hoka Bento dan Wendy’s.”,KFC dll.

Merupakan indikasi bahwa konsumen telah bersedia bayar mahal asal memenuhi atribut yang dituntut pasar /konsumen (Consumer needs)
1.        Clean market
2.        Food safety
3.        Kandungan nutrisi
4.        Penyajian/Fackage.

Harga rendah dipersepsikan konsumen sebagai barang murahan Semua hal diatas merupakan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi oleh pebisnis ternak potong kedepan.

PREFERENSI KONSUMEN
  1. Adanya perubahan preferensi konsumen telah terjadi secara Internasional termasuk Indonesia
  2. Persaingan bisnis sapi potong dimasa datang akan sangat ditentukan oleh kemajuan pelaku agribisnis sapi potong untuk memenuhi atribut yang dituntut konsumen
  3. Semua hal diatas merupakan tantangan sekaligus peluang yg dihadapi oleh agribisnis sapi potong kedepannya
  4. Tantangan dan peluang yg demikian tidak mungkin dapat dihadapi oleh pengusaha agribisnis sambilan,(Side Job). berorientasi jangka pendek serta hanya menguasai salah satu segmen dari agribisnis sapi potong

EFISIENSI REPRODUKSI
a)        Masih rendahnya efisiensi reproduksi sapi potong sekitar 60%
b)       Masalah ini disebabkan karena berbagai faktor, seperti keterlam batan diagnosa birahi dari peternak, gangguan organ reproduksi, kualitas pakan dan kesalahan teknis inseminatornya
c)       Oleh karena itu pertumbuhan produksi daging sapi domestik di Indonesia rendah/lambat, dibandingkan dengan laju permintaan daging sapi domestik (Supply and Demand)

d)        Ketidak seimbangan ini menyebab kan relatif mahalnya harga sapi/ daging sapi di pasar domestik

Comments

Popular posts from this blog

Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Kambing

Organ tubuh luar terdiri dari atas kepala, kaki depan, kaki belakang, total kaki, kulit, ekor, otak, mata dan lidah. Organ tubuh dalam terdiri dari total organ tubuh dalam, total saluran pencernaan, darah dan lemak hasil ikutan internal. Ternak kambing memberikan beberapa keuntungan bagi petani peternak, antara lain : 1) Sebagai ternak penghasil daging, susu, Wit dan pupuk, 2) sebagai hewan tabungan,   3) cepat berkembang biak dan beranak lebih dari satu dalam satu kali melahirkan, 4) modal yang diperlukan relatif kecil, 5) kandang dan pemeliharaamya sederhana dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak, 6) dapat menggunakan limbah pertanian sebagai makanan dan 7) mempunyai resiko pemeliharaan gang kecil. Pertumbuhan tubuh sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan bagian-bagian tubuh yang terdiri atas organ-organ tubuh luar dan dalam.   Sebagian dari organ-organ ini adalah organ yang masak dini, hal ini karena organ tersebuk merupakan organ pengatur dan penunjang aktifitas tubuh, s...

Laporan Praktikum Ilmu Kesehatan Ternak (IKT) | Nekropsi

BAB I PENDAHULUAN     Nekropsi merupakan pemeriksaan kondisi jaringan tubuh ternak yang dilakukan dengan cara membedah atau membuka rongga tubuh sehingga fisik organ dalam ternak dapat diamati. Dalam penggunaanya, nekropsi banyak digunakan dalam hal pemeriksaan unggas yang diduga telah terjangkit penyakit. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui penyakit yang diderita oleh unggas sehingga dapat ditentukan penanganan yang tepat untuk menanggulangi penyakit tersebut agar peternakan terhindar dari kerugian finansial yang lebih besar. Maka dari itu nekropsi sangat penting untuk dipelajari, mengingat pentingnya menjaga kesehatan unggas dalam keberlangsungan usaha peternakan.     Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih terlatih dalam melakukan nekropsi pada unggas dan mampu menganalisa penyakit yang diderita oleh unggas. Manfaat dari praktikum ini adalah agar praktikan lebih memahami secara mendalam mengenai karakteristik penampilan luar dan organ da...

Sistem Reproduksi Hewan Ruminansia Jantan

Tugas utama hewan jantan/pejantan secara alamiah adalah memproduksi semen/spermatozoa yang subur dan menempatkanya  dalam alat kelamin betina dengan tepat.  Tugas ini dilaksanakan oleh organ reproduksi primer dan sekunder.   Organ reproduksi primer pada hewan jantan yaitu testis. Sedangkan   organ   reproduksi   sekunder   terdiri   dari   epididymis,   vas deferens, uretra, kelenjar vesikularis, kelenjar prostate dan kelenjar bulbouretralis/cowper dan penis. Secara alamiah fungsi esensial dari seekor pejantan adalah menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa yang cukup, aktif dan infertil serta secara sempurna mampu meletakkannya ke dalam saluran reproduksi betina. Semua proses fisiologis dalam tubuh ternak jantan, baik secara langsung maupun tidak langsung, menunjang produksi dan kelangsungan hidup spermatozoa.  Namun demikian pusat kegiatan dari kedua proses ini terletak pada orga...